.

Blog Details

Tim Pelayanan Kesehatan Dasar Darurat (PKDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melaksanakan debriefing pascapenugasan di Dapoer Kanjeng Mami, Sleman, Jumat (25/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian akhir penugasan personel setelah menjalankan respons bencana di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) selama 15 hari.

 

Debriefing menjadi ruang bagi personel untuk berbagi pengalaman, mengeksplorasi berbagai hal yang dirasakan selama penugasan, serta melakukan refleksi terhadap pelaksanaan tugas di lapangan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk mengidentifikasi kendala, merumuskan tindak lanjut, dan mendukung kesiapan personel dalam menjalankan tugas kemanusiaan berikutnya.

 

Kegiatan dibuka dan didampingi hingga selesai oleh Ketua Bidang Anggota dan Relawan PMI DIY, Endang Patmintarsih, S.H., M.Si. Dalam kesempatan tersebut, Endang menyampaikan bahwa debriefing penting dilakukan setelah personel menyelesaikan tugas di wilayah terdampak.

“Hari ini kita melaksanakan debriefing pascapenugasan personel PMI DIY yang sudah melaksanakan tugas di NTT selama 15 hari. Mudah-mudahan dengan debriefing ini, semua hal yang dialami para personel selama melaksanakan tugas dapat menjadi lebih baik kembali secara psikologis dan mereka siap untuk bertugas kembali,” tutur Endang.

 

Proses debriefing diarahkan untuk membantu personel mengeksplorasi emosi, pikiran, serta berbagai pengalaman maupun persoalan yang mungkin dirasakan selama menjalankan tugas di wilayah terdampak.

 

Walid Jumlad, S.Psi., M.Psi., Psikolog yang memfasilitasi kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa peserta diberikan ruang untuk menuangkan pengalaman melalui pembicaraan maupun aktivitas menggambar sebagai bagian dari proses refleksi.

“Hari ini, alhamdulillah, telah diselenggarakan debrief bagi relawan PMI DIY yang telah bertugas di wilayah NTT, Flores. Kegiatan ini mengeksplorasi emosi teman-teman, kemudian pikiran ataupun permasalahan yang selama ini mungkin dirasakan. Teman-teman dapat menuangkannya dalam pembicaraan maupun gambar yang tentunya bisa menjadi refleksi dan pembelajaran untuk ke depannya,” jelas Walid.

 

Menurut Walid, proses tersebut diharapkan dapat membantu personel mengelola pengalaman yang diperoleh selama penugasan dan memberikan ruang untuk mengungkapkan emosi yang masih dirasakan setelah kembali dari lapangan.

“Mudah-mudahan kegiatan yang sedikit ini bisa memberikan manfaat, mampu merilis stres dan emosi yang belum terselesaikan, serta memberikan manfaat bagi ke depannya. Sukses terus untuk teman-teman relawan PMI DIY.”

 

Debriefing tidak hanya menjadi ruang untuk membicarakan pengalaman selama bertugas, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran PMI setelah pelaksanaan operasi kemanusiaan.

 

Berbagai pengalaman, kendala, dan dinamika yang ditemui personel di lapangan dapat menjadi bahan refleksi untuk memperkuat kesiapsiagaan serta meningkatkan kualitas pelayanan pada penugasan berikutnya.

 

Bagi personel yang telah menjalankan tugas kemanusiaan, proses ini juga menjadi kesempatan untuk melakukan refleksi sebelum kembali menjalankan aktivitas dan tugas selanjutnya.

 

Melalui debriefing, PMI DIY terus mendorong perhatian terhadap kondisi personel dan relawan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari keberlanjutan pelayanan kemanusiaan.

 

Setiap pengalaman di lapangan menjadi pembelajaran untuk melangkah lebih siap dan memberikan pelayanan yang lebih baik.

PMI Selalu Bantu.

 

Leave A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.