.

Blog Details

Palang Merah Indonesia (PMI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali memobilisasi personel untuk melanjutkan respons kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Penugasan dilakukan secara bertahap dengan dukungan pelayanan kesehatan, dukungan psikososial, serta kaji cepat kapasitas organisasi.

 

Sejumlah sembilan personel PMI DIY terlibat dalam rangkaian penugasan lanjutan tersebut. Mobilisasi personel dilakukan secara bertahap menyesuaikan kebutuhan pelayanan dan pelaksanaan respons di wilayah terdampak.

 

Personel pertama yang diberangkatkan adalah Miladdiena Maharani Mahfudhoh dari Tim Dukungan Psikososial (PSP) pada Jumat (25/9/2026). Penugasan tersebut dilakukan untuk mendukung pelaksanaan layanan dukungan psikososial di wilayah terdampak.

 

Selanjutnya, pada Selasa (29/9/2026), empat personel PMI DIY diberangkatkan, yaitu Ahmad Zaki Ali, M.Hum. untuk melaksanakan Assessment Capacity Organization, dr. Irdina Eka Isralsina dan Bina Yulniawati, AMK sebagai bagian dari Tim Layanan Kesehatan, serta Nur Aeni Evalina, A.Md.Keb. sebagai bagian dari Tim Layanan Kesehatan.

 

Sementara itu, tiga personel lainnya dijadwalkan berangkat pada Kamis (1/10/2026), yaitu Siti Alviyani, A.Md.Keb., dr. Sri Astuti Sapartiningsih, dan Risma Anisa Rahmawat, A.Md.Kep. Ketiganya akan memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

 

Dengan demikian, rangkaian penugasan tersebut mencakup dukungan pelayanan kesehatan, dukungan psikososial, dan kaji cepat kapasitas organisasi dalam rangka mendukung keberlanjutan respons PMI di NTT.

 

Selain pelayanan kepada masyarakat terdampak, PMI DIY juga memberikan perhatian terhadap kondisi personel dan relawan yang terlibat dalam respons kemanusiaan.

 

Wahyu Nurwasi Rofiah Sakti, personel Tim Dukungan Psikososial yang sebelumnya telah kembali ke DIY setelah menjalankan tugas di NTT, akan kembali ditugaskan pada Senin (5/10/2026). Penugasan tersebut untuk melaksanakan debriefing bagi relawan sebagai bagian dari dukungan psikososial setelah menjalankan tugas kemanusiaan di lapangan.

 

Debriefing menjadi salah satu bagian dari dukungan bagi relawan untuk membantu proses refleksi atas pengalaman selama penugasan, sekaligus menjadi ruang untuk mengidentifikasi kebutuhan dukungan lebih lanjut.

 

Pelepasan personel dilaksanakan di Markas PMI DIY, Senin (28/9/2026), oleh Dr. Ir. Arif Rianto Budi Nugroho, S.T., M.Si., IPM., Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI DIY.

 

Kegiatan dilanjutkan dengan pengarahan oleh Andhi Wisnu Wicaksono, S.S., Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi PMI DIY, sebagai pembekalan bagi personel sebelum menjalankan tugas di lapangan.

 

Mobilisasi secara bertahap ini menjadi bagian dari upaya PMI DIY untuk memastikan keberlanjutan dukungan dalam respons bencana di NTT. Tidak hanya melalui pelayanan kesehatan bagi masyarakat, tetapi juga melalui dukungan psikososial, penguatan kapasitas organisasi, serta pendampingan bagi relawan yang menjalankan tugas kemanusiaan.

 

PMI DIY terus berkoordinasi dan bersinergi dalam mendukung respons kemanusiaan sesuai kebutuhan di lapangan.

PMI Selalu Bantu.

 

Leave A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.