Kondisi medis yang memerlukan penolakan permanen:
| Kondisi | Penjelasan |
| Kanker/penyakit keganasan | Dibatasi pada: – keganasan Haematologikal. – keganasan yang berhubungan dengan kondisi viremia. Semua jenis kanker membutuhkan 5 tahun tidak kambuh sejak pengobatan aktif lengkap dilaksanakan. |
| Creutzfeldt-Jakob Disease | Orang yang: – Telah diobati dengan ekstrak yang berasal dari kelenjar pituitary manusia. – Menerima cangkok duramater atau kornea. – Telah dinyatakan memiliki risiko Creutzfeldt-Jakob Disease atau Transmissible Spongiform Encephalopathy lainnya. |
| Diabetes | Jika mendapatkan terapi insulin |
| Obat-obatan | Setiap riwayat penyalahgunaan narkoba yang disuntikan. |
| Penyakit jantung dan pembuluh darah | Orang dengan riwayat penyakit jantung, terutama: – coronary disease – angina pectoris – severe cardiac arrhythmia – history of cerebrovascular diseases – arterial thrombosis recurrent venous thrombosis |
| Kondisi infeksius | – HIV 1/2, HTLV I/II, HBV, HCV – karier HIV 1/2, HTLV I/II, HBV, HCV – Babesiosis * – Leishmaniasis (Kala-Azar) * – Chronic Q Fever * – Trypanosomiasis cruzi (Chagas disease) * – orang dengan perilaku seksual yang menempatkan mereka pada risiko tinggi mendapatkan penyakit infeksi berat yang dapat ditularkan melalui darah |
| Xenotransplantation | Semua penerima |
| Alergi | Orang yang tercatat memiliki riwayat anafilaksis |
| Penyakit Auto-imun | Jika lebih dari satu organ yang terpengaruh |
| Tendensi perdarahan abnormal | Semua donor |
| Penyakit Hati | Semua donor |
| Polycythaemia Vera | Semua donor |
* Persyaratan penolakan mungkin ditetapkan oleh UPD jika penyumbangan darah digunakan untuk fraksionasi.
Kondisi medis yang memerlukan penolakan sementara:
| Kondisi | Masa penolakan |
| Endoskopi dengan biopsi menggunakan peralatan fleksibel | 6 bulan tanpa pemeriksaan NAT untuk Hepatitis C 4 bulan jika pemeriksaan NAT pada 4 bulan negatif untuk Hepatitis C |
| Kecelakaan inokulasi, akupuntur, tatoo, tindik badan | 6 bulan tanpa pemeriksaan NAT untuk Hepatitis C 4 bulan jika pemeriksaan NAT pada 4 bulan negatif untuk Hepatitis C |
| Mukosa terpercik oleh darah manusia, jaringan atau sel yang ditransplantasikan | 6 bulan tanpa pemeriksaan NAT untuk Hepatitis C 4 bulan jika pemeriksaan NAT pada 4 bulan negatif untuk Hepatitis C |
| Transfusi komponen darah | 6 bulan tanpa pemeriksaan NAT untuk Hepatitis C 4 bulan jika pemeriksaan NAT pada 4 bulan negatif untuk Hepatitis C |
| Epilepsi | 3 tahun setelah berhenti pengobatan tanpa serangan |
| Demam >38oC, flu-like illness | 2 minggu setelah gejala menghilang |
| Penyakit Ginjal | Acute glomerulonephritis : 5 tahun ditolak setelah penyembuhan lengkap |
| Pengobatan | Membutuhkan penilaian medis dari: – Kelainan atau penyakit yang mendasarinya – Jenis pengobatan dan dampak yang potensial pada penerima Daftar obat-obatan yang umum dan penerimaan untuk penyumbangan darah harus dikaji ulang secara teratur. Penolakan donor pada penyumbangan trombosit jika mereka mendapatkan pengobatan yang berdampak pada trombosit. |
| Osteomielitis | 2 tahun setelah donor dimumkan telah diobati. |
| Kehamilan | 6 bulan setelah melahirkan atau penghentian kehamilan. |
| Demam reumatik | 2 tahun setelah serangan, tidak ada bukti adanya penyakit jantung khronik (penolakan permanent deferral) |
| Bedah | Tidak ada penyumbangan darah hingga sembuh total dan sehat. |
| Cabut gigi | 1 minggu jika tidak ada keluhan. |
| Penyakit tropik | Lihat penyakit infeksi |
Imunisasi Pencegahan:
| Jenis vaksinasi | Masa penolakan |
Attenuated bacteria and viruses: BCG, yellow fever, rubella, measles, poliomyelitis (oral), mumps, typhoid fever, cholera | 4 minggu |
Killed bacteria: Cholera, Typhoid | Diterima jika keadaan kesehatan baik |
Inactivated viruses: Poliomyelitis (injeksi), influenza | Diterima jika keadaan kesehatan baik |
Toxoid: Diphtheria, tetanus | Diterima jika keadaan kesehatan baik |
Vaksin lain: Hepatitis A dan B Hepatitis B Rabies, tick-borne encephalitis | Diterima jika keadaan kesehatan baik dan tidak ada paparan Hepatitis B – 1 minggu untuk mencegah hasil pemeriksaan HBsAg positif palsu 1 tahun post-exposure (setelah paparan) |
| Smallpox | 8 minggu |
Penyakit Infeksi
| Penyakit | Masa penolakan |
| HIV / AIDS | a. Permanen: – Orang dengan gaya hidup risiko tinggi – Partner seksual saat ini adalah orang dengan HIV b. Sementara: 12 bulan setelah kontak seksual terakhir dengan partner seksual terdahulu adalah orang dengan HIV. |
Brucellosis (telah dikonfirmasi) | 2 tahun setelah penyembuhan lengkap* |
| Chagas Disease | Permanen: – Orang yang mengalami atau pernah mengalami penyakit Chagas
Hanya Plasma (kecuali pemeriksaan untuk T.cruzi adalah negatif): – Orang lahir di area endemik Chagas – Orang yang ditransfusi di daerah endemik Chagas |
Jaundice dan Hepatitis | Riwayat Hepatitis atau jaundice mungkin dapat diterima jika pemeriksaan HBsAg and Anti-HCV negatif. a. Permanen: Partner seksual saat ini adalah orang dengan Hepatitis B kecuali menunjukkan telah kebal b. Sementara: – 6 bulan jika ada kontak erat di rumah dengan penderita Hepatitis B akut atau kronik kecuali jika menunjukkan telah kebal – 6 bulan setelah kontak seksual terakhir dengan partner seksual terdahulu yang menderita Hepatitis B |
| Malaria | Sementara : 3 tahun untuk orang yang pernah menderita Malaria dan tetap asimptomatik Pada daerah endemik Malaria perlu ditambahkan uji saring terhadap antibodi Malaria. |
| Q Fever | Sementara: 2 tahun setelah tanggal konfirmasi telah sembuh* |
| Sifilis | Sementara: 12 bulan setelah tanggal konfirmasi telah sembuh * |
| Toxoplasmosis | Sementara: 6 bulan setelah penyembuhan klinis |
| Tuberculosis | Sementara: 2 tahun setelah tanggal pernyataan telah sembuh |
Variant Creutzveldt-Jakob disease | Penolakan berdasarkan pada penilaian risiko |
| West Nile Virus (WNV) | Sementara: – 120 hari setelah diagnosa untuk orang dengan WNV – 28 hari setelah meninggalkan area berisiko WNV untuk pengunjung ke area tersebut * |
* Tidak diterapkan untuk fraksionasi plasma (tidak ada komponen darah seluler)
