- Written by: Asfant
- 21 November 2025
19-20 November 2025 – Palang Merah Indonesia (PMI) bersama Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), dengan dukungan Pemerintah Jepang dan Yayasan Asia-Eropa (ASEF), resmi menyerahkan peralatan medis untuk meningkatkan kapasitas layanan kesehatan di PMI Provinsi Jawa Tengah dan PMI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui ASEF Stockpile Project. Penyerahan ini menjadi bagian dari pengadaan 587 unit peralatan medis (22 jenis barang) yang didistribusikan ke 7 provinsi, 25 klinik, dan 2 rumah sakit PMI. Untuk wilayah Jawa Tengah diserahkan 222 unit (22 jenis barang), dan DIY menerima 84 unit (11 jenis barang).
Kegiatan ini merupakan kelanjutan komitmen program Stockpile yang dimulai sejak April 2024 sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan logistik kesehatan dalam menghadapi pandemi COVID-19 dan penyakit infeksius baru lainnya. Peralatan medis yang diserahkan meliputi perangkat pendukung layanan klinis, peralatan emergensi, hingga alat diagnostik dasar yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di fasilitas PMI.
“Di berbagai negara, termasuk Indonesia, menghadapi risiko besar kemunculan berbagai penyakit, apalagi bencana alam yang disebabkan oleh perubahan iklim ikut meningkatkan resikonya. Sebagai negara kepulauan, menyimpan fasilitas medis dasar di setiap wilayah Indonesia sangat penting untuk memastikan respons awal terhadap penyakit menular. Saya yakin upaya kami ini akan mempermudah respons yang akurat dan cepat terhadap kebutuhan di lapangan, untuk mencegah berbagai penyakit menular. Penyerahan di provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta ini memiliki arti penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Jepang berjanji untuk terus berupaya dan bekerja sama dengan Indonesia dalam perjuangan melawan penyakit menular. ” ujar Haruka Aoki, Perwakilan dari Kedutaan Besar Jepang di Indonesia.
“Distribusi peralatan medis ini merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa fasilitas kesehatan PMI siap merespons secara cepat dan efektif selama keadaan darurat. Melalui kolaborasi yang kuat antara Pemerintah Jepang, ASEF, IFRC, dan PMI, kami bertujuan memperkuat layanan bagi masyarakat di Jawa Tengah dan Yogyakarta berdasarkan risiko dan kebutuhan spesifik mereka, khususnya dalam menghadapi penyakit menular yang dapat menjadi ancaman kesehatan masyarakat. Jawa Tengah memiliki risiko penularan penyakit yang lebih tinggi karena jumlah penduduk yang besar dan wilayah geografis yang luas, sementara Yogyakarta memiliki riwayat penyakit zoonosis seperti antraks dan merupakan tempat tinggal bagi populasi rentan yang berada di sekitar kawasan vulkanik. Fasilitas kesehatan PMI di kedua provinsi tersebut telah menunjukkan kapasitas yang kuat dalam memberikan layanan medis esensial kepada masyarakatnya, itulah sebabnya mereka dipilih untuk menerima dukungan persediaan ini,” ujar Yang Mulia Duta Besar Beata STOCZYŃSKA, Direktur Eksekutif Asia-Europe Foundation (ASEF) dan mantan Duta Besar Polandia untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN (2018–2024).
Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial PMI Pusat, Prof. Dr. dr. Fachmi Idris, M.Kes, menyampaikan apresiasinya terhadap penguatan layanan kesehatan di tingkat lokal. “Peralatan medis yang kami serahkan hari ini bukan hanya alat, tetapi sebuah investasi jangka panjang untuk kesehatan masyarakat. Dengan meningkatnya kapasitas klinik dan rumah sakit PMI, kami berharap pelayanan menjadi lebih cepat, lebih efektif, dan lebih siap dalam menghadapi situasi darurat kesehatan apa pun.”
IFRC juga menegaskan kembali komitmennya untuk memastikan mutu pengadaan, distribusi, serta koordinasi antar mitra. “Melalui proyek ini, kami bersama PMI memperkuat kesiapsiagaan kesehatan berbasis sistem—dari gudang hingga fasilitas pelayanan. Pengadaan nasional 601 unit peralatan ke 7 provinsi adalah bukti nyata bagaimana aksi kolaboratif dapat memperkuat ketangguhan komunitas,” kata Dwi Handayani, Koordinator Bidang Kesehatan dan WASH IFRC Delegasi Klaster Negara (Indonesia, Brunei Darussalam, Singapura, dan Timor-Leste).
PMI Jawa Tengah dan PMI DIY merupakan dua wilayah prioritas dalam program ini mengingat tingginya kebutuhan layanan kesehatan dan peran strategis kedua provinsi sebagai pusat aktivitas kemanusiaan. Peralatan medis yang diterima akan langsung digunakan untuk memperkuat operasional klinik PMI, meningkatkan kapasitas respons darurat, serta memperluas pelayanan kesehatan masyarakat.
Ketua Palang Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PMI DIY), GBPH. H. Prabukusumo, S.Psi menyampaikan apresiasi untuk bantuan yang diberikan. “PMI DIY menerima peralatan medis seperti tensimeter digital, thermogun, Non rebreathing oxygen mask, air purifier, vaccine carrier, test-kit -Covid 19, nebulizer machine, oxygen concentrators, transfer stretcher, adjustable patient bed untuk 4 (empat) klinik yakni Klinik Pratama PMI DIY, Klinik Utama Dialisis PMI DIY, Klinik Pratama PMI Kota Yogyakarta, dan Klinik Pratama PMI Kabupaten Sleman. Apresiasi yang tinggi kami haturkan kepada PMI Pusat, IFRC, Pemerintah Jepang, dan SEAF. Kami berharap kerja sama ini selalu terjalin baik dan PMI dapat memberikan pelayanan yang profesional kepada masyarakat”, pungkas Gusti Prabu, sapaan akrab Ketua PMI DIY saat menerima secara langsung bantuan pada Kamis (20/11/2025) di Markas PMI DIY, Gamping, Sleman.
Tentang Palang Merah Indonesia (PMI)
Palang Merah Indonesia (PMI) adalah organisasi Palang Merah nasional di Indonesia, dan salah satu komponen dari gerakan internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Didirikan pada tanggal 17 September 1945, jaringan PMI tersebar di semua 34 Provinsi dan 443 kota di seluruh Indonesia. Sebagai organisasi berbasis pelayanan sukarela, PMI berpegang teguh pada Tujuh Prinsip Dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (Kemanusiaan, Imparsialitas, Netralitas, Kemandirian, Pelayanan Sukarela, Persatuan, dan Universalitas). Mandat PMI adalah untuk memberikan bantuan kepada korban bencana dan konflik serta mandat khusus yang diberikan oleh pemerintah sebagai pelayan donor darah sukarela. Salah satu prioritas PMI adalah mendorong pemberdayaan kapasitas masyarakat dalam pengurangan risiko bencana.
Tentang Yayasan Asia-Eropa (ASEF)
ASEF mempromosikan pemahaman, memperkuat hubungan, dan memfasilitasi kerja sama di antara masyarakat, lembaga, dan organisasi di Asia dan Eropa. ASEF meningkatkan dialog, memungkinkan pertukaran, dan mendorong kolaborasi di berbagai bidang tematik seperti budaya, pendidikan, tata pemerintahan & ekonomi, media, kesehatan masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan. Didirikan pada tahun 1997, ASEF adalah organisasi nirlaba antarpemerintah yang berlokasi di Singapura. Ini merupakan satu-satunya lembaga pertemuan Asia-Eropa (ASEM).
Tentang Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC CCD Jakarta)
Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) melalui Delegasi Klaster Negara (CCD) untuk Indonesia, Brunei, Singapura, dan Timor-Leste, yang berbasis di Jakarta, memberikan dukungan kepada Palang Merah Indonesia dalam koordinasi strategis dan operasional, pengembangan Masyarakat Nasional (national societies), dan diplomasi kemanusiaan. IFRC juga mendukung akuntabilitas sebagai tema lintas sektor. IFRC CCD Jakarta bersama dengan Kantor Regional Asia Pasifik IFRC (APRO) juga mendukung dan melengkapi PMI dengan panduan teknis untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. IFRC di Indonesia juga bertindak sebagai perwakilan untuk ASEAN atas nama jaringan IFRC.
