- Written by: Asfant
- 29 August 2026
Palang Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PMI DIY) menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) PMI DIY Tahun 2026 pada 29 Agustus 2026 di Hotel Alana, Yogyakarta.
“Musprov merupakan forum tertinggi PMI di tingkat provinsi untuk mengevaluasi kepengurusan, menetapkan arah organisasi, dan menentukan kepengurusan periode berikutnya. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban secara obyektif, membahas program kerja secara terbuka, serta merumuskan rekomendasi yang realistis”, tutur Sudirman Said, Ketua Bidang Organisasi PMI Pusat saat membuka acara.
Sudirman Said berharap Musprov PMI DIY hendaknya diarahkan pada penguatan organisasi dan keberlangsungan pelayanan kemanusiaan. Tata kelola perlu terus diperkuat melalui kejelasan kewenangan dan tanggung jawab, tertib administrasi, transparansi, akuntabilitas, serta hubungan harmonis antara PMI Provinsi dan PMI Kabupaten/Kota.
“Audit independen secara berkala perlu ditetapkan sebagai mekanisme yang wajib dalam tata kelola organisasi untuk memastikan pengelolaan keuangan, aset, dan sumber daya organisasi berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan. Saya mengapresiasi PMI DIY yang telah secara konsisten melaksanakan audit eksternal dengan hasil wajar tanpa pengecualian (WTP)”, jelas Sudirman Said.
Gubernur DIY melalui sambutan yang dibacakan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan DIY, Dr. Amin Subargus, S.K.M.,M.Kes mengatakan bahwa PMI menjalankan peran kemanusiaan yang sangat penting. Dalam bencana, pelayanan darah, pelayanan kesehatan, maupun berbagai situasi kedaruratan, PMI hadir membawa prinsip universal, bahwa keselamatan dan martabat manusia harus ditempatkan di atas segala perbedaan.
Kekuatan itu tumbuh nyata di Yogyakarta. Pada tahun 2026, PMI DIY memberikan penghargaan kepada 99 pendonor darah sukarela yang telah mencapai 75 kali donor. Di sisi lain, pembinaan Palang Merah Remaja (PMR) terus berlangsung, menanamkan kepedulian dan keterampilan kemanusiaan sejak usia muda. Angka-angka tersebut sesungguhnya berbicara tentang sesuatu yang lebih besar, yaitu modal sosial kemanusiaan. Tentang kesediaan seseorang memberikan bagian dari dirinya, waktu, tenaga, bahkan darahnya, bagi manusia yang mungkin tidak pernah dikenalnya.
Gubernur berharap Musprov hendaknya tidak berhenti sebagai agenda organisasi. Forum ini harus menjadi ruang untuk menilai perjalanan, memperbaiki tata kelola, memperkuat regenerasi relawan, serta merumuskan kemampuan PMI menghadapi lanskap kemanusiaan yang terus berubah. Perubahan iklim, ancaman bencana, krisis kesehatan, dan perkembangan teknologi menuntut PMI semakin adaptif. Profesionalitas organisasi harus berjalan beriringan dengan ketulusan pengabdian. Teknologi dapat mempercepat pelayaan, tetapi nurani kemanusiaanlah yang memberi arah.
Selaras dengan Gubernur DIY, GBPH. H. Prabukusumo, S.Psi yang kembali terpilih secara aklamasi menjadi Ketua PMI DIY masa bakti tahun 2026-2031 mengatakan bahwa PMI DIY ke depan masih menitikberatkan pada penguatan kapasitas relawan yang merupakan garda terdepan layanan PMI di tengah ancaman bencana dan krisis kesehatan, serta dinamika sosial yang semakin beragam. PMI DIY juga berkomitmen untuk menyediakan darah yang aman, terjangkau, dan berkualitas yang berasal dari pendonor darah sukarela. Ketersediaan darah yang aman, terjangkau, dan berkualitas bergantung pada keberadaan Pendonor Darah Sukarela. Untuk itu, PMI DIY membutuhkan dukungan kolaborasi pemerintah daerah di lintas sektor, pemangku kepentingan, swasta, media, serta elemen masyarakat.
Gusti Prabu mengungkapkan bahwa Kepengurusan PMI DIY masa bakti tahun 2021-2026 akan berakhir masa kepengurusannya pada 8 Oktober 2026 dan sesuai ketentuan organisasi PMI DIY menyelenggarakan Musprov yang salah satunya memilih dan menetapkan Ketua PMI DIY masa bakti tahun 2026-2031.
Gusti Prabukusumo menjelaskan bahwa pada awal Kepengurusan tahun 2021-2022, PMI DIY masih berjibaku menjadi garda terdepan dalam respons dampak Pandemi Covid-19 dengan pelayanan ambulans, penyemprotan disinfektan, pemulasaraan, dan turut andil dalam program percepatan vaksinasi sembari menyelaraskan program-program pelayanan masyarakat untuk mendukung penanganan dampak pandemi serta kesiapsiagaan bencana dan krisis kesehatan melalui program-program berbasis masyarakat. Selain itu, PMI DIY juga berperan dalam respons dalam respons dampak awan panas Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur dan bencana gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat.
“Kurun waktu 2023-2024, menjadi momen membanggakan dengan berbagai prestasi di anatranya peringkat 1 dalam ajang Jumpa Bakti Gembira (Jumbar) Palang Merah remaja (PMR) tingkat Nasional IX. Selain itu, PMI DIY juga memperoleh kategori “Utama” dalam akreditasi organisasi oleh PMI Pusat. Pada tahun yang sama Klinik Pratama dan Klinik Utama Hemodialisis juga memperoleh predikat “Paripurna”. Sementara tahun 2024, PMI DIY mendapatkan penghargaan sebagai Pusat Unggulan Tingkat Utama kategori Pembina Pemberdayaan Masyarakat Aman dan Tangguh Bencana dari PMI Pusat. PMI DIY juga mendapatkan penghargaan anugerah penyiaran Komisi Penyiaran Indonesia (KPID) Tahun 2024 sebagai Peserta Iklan Layanan Masyarakat Terbaik untuk dua tema yakni Edukasi Perubahan Iklim dan Kesiapsiagaan Kesehatan Dalam Bencana”, ungkap Gusti Prabu.
Jelang akhir periode kepengurusan, Pusdiklat PMI DIY juga memperoleh Akreditasi B sebagai Lembaga Penyelenggara Pelatihan Bidang Kesehatan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan penyelenggaraan Jumpa Bakti Gembira Palang Merah remaja (PMR) dan Temu Karya Relawan (Jumtek) PMI DIY Tahun 2025 yang diikuti oleh lebih dari 500 orang.
“Selama rentang waktu 2021-2026 PMI DIY mengedepankan akuntabilitas dalam setiap programnya, selama lima tahun hasil audit akuntan publik selalu memperoleh predikat “Wajar Tanpa Pengecualian” (WTP). Langkah ini merupakan upaya strategis PMI dalam peranya sebgai mitra pemerintah dalam kerja-kerja kemanusiaan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan”, jelas Gusti Prabu.
Selain itu, untuk kemandirian organisasi, PMI DIY terus berupaya mengembangkan sumber daya organisasi melalui Unit Kerja di antaranya Markas, Pusdiklat, Klinik Pratama, dan Klinik Hemodialisis PMI DIY. termasuk upaya-upaya advokasi untuk mendukung pelayanan PMI DIY ke berbagai sektor seperti pemerintah, sektor swasta maupun donasi masyarakat, termasuk PMI Pusat, IFRC, ICRC, dan mitra gerakan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kepengurusan PMI DIY masa bakti 2021-2026 yang telah mengabdikan diri untuk kemanusiaan melalui PMI DIY dan marikita melangkah dengan penuh semangat dan tekad yang bulat, dengan penuh keikhlasan dan ketulusan, cita-cita mulia, untuk berbuat yang terbaik kepada bangsa dan negara, masyarakat dan PMI”, pungkas Gusti Prabu.
