Palang Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PMI DIY) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Monitoring–Evaluasi (Monev) Kehumasan 2025 pada Senin, 1 Desember 2025 di Pusdiklat PMI DIY dengan metode blended learning yang menggabungkan sesi luring dan daring.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis PMI DIY untuk meningkatkan kapasitas komunikasi organisasi serta memperkuat kualitas publikasi kemanusiaan di wilayah DIY. Bimtek diikuti oleh 25 peserta luring yang terdiri dari staf dan pegawai yang menjalankan fungsi kehumasan dari PMI Provinsi dan PMI Kabupaten/Kota se-DIY, serta perwakilan unit layanan PMI. Selain itu, sebanyak 21 peserta daring yang merupakan relawan Palang Merah Remaja (PMR), Korps Sukarela (KSR), dan Tenaga Sukarela (TSR) dari seluruh kabupaten/kota juga turut berpartisipasi melalui platform daring.
Dalam sambutannya, Drs. Edy Suasana, M.Pd mengapresiasi pelaksanaan kegiatan sebagai langkah penting dalam meningkatkan kompetensi personel PMI khususnya di bidang kehumasan.
“Senang juga ketika adik-adik relawan bisa terlibat dalam bimtek ini, karena generasi muda sangat diperlukan dalam penguasaan kehumasan, terutama bagaimana menulis, yang menjadi kunci keberhasilan di kehumasan,” ungkap Edy, Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan PMI DIY.
Fokus utama bimtek mencakup peningkatan keterampilan menulis siaran pers, pengenalan dasar penulisan feature, serta pemahaman terhadap Pedoman Komunikasi PMI yang menjadi standar komunikasi organisasi di seluruh tingkatan. Peserta juga langsung mempraktekan menulis berita kemanusiaan yang relevan dengan aktivitas PMI di daerahnya.
Ketua Bidang Kominfo PMI DIY, Andhi Wisnu Wicaksono, S.S., sekaligus narasumber kegiatan menekankan pentingnya penguatan berbagai aspek kehumasan agar PMI DIY memiliki keseragaman dalam pengemasan berita serta mampu membangun citra organisasi yang positif.
“Humas PMI memegang peran penting untuk memastikan informasi kemanusiaan dapat tersampaikan dengan cepat, tepat, dan terpercaya kepada masyarakat,” tutur Andhi sapaan akrabnya.
Selain praktik meningkatkan keterampilan menulis, kegiatan ini juga merupakan monitoring dan evaluasi (Monev) Kehumasan untuk memetakan perkembangan kinerja humas di masing-masing kabupaten/kota, mengidentifikasi tantangan, serta merumuskan langkah-langkah perbaikan.
Melalui sesi ini, peserta menyusun strategi bersama untuk meningkatkan kualitas publikasi dan memperkuat kolaborasi antarlembaga.
Kepala Markas PMI DIY, Ahmad Zaki Ali, menegaskan pentingnya membangun jejaring kehumasan yang solid.
“Jejaring kehumasan perlu kita perkuat. Ketika tupoksi tidak jelas atau tidak ada pihak yang bertanggung jawab, informasi kehumasan akan berjalan tidak terarah. Karena itu, kita harus membangun jejaring kehumasan yang solid sebagai wadah berbagi informasi dan koordinasi berbagai kegiatan,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, terbentuklah grup WhatsApp Kehumasan PMI se-DIY sebagai sarana koordinasi cepat antarpersonel humas. Dengan adanya kanal komunikasi ini, seluruh unsur kehumasan diharapkan dapat lebih mudah berbagi informasi, memantau dinamika kegiatan, serta mengelola pemberitaan secara bersama. Langkah ini menjadi modal penting bagi PMI DIY untuk memperkuat wajah publikasi dan meningkatkan citra organisasi ke depan.
